MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dengan menghadirkan ruang kolaborasi bagi generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peresmian Makassar Creative Hub (MCH) Nusantara di Jalan Nusantara, Kecamatan Wajo, Minggu (26/7/2026).
MCH Nusantara menjadi pusat kreatif kedua yang dibangun Pemkot Makassar setelah sebelumnya menghadirkan MCH di kawasan Pantai Losari. Kehadiran ruang ini diharapkan menjadi wadah bagi anak muda untuk mengembangkan ide, meningkatkan keterampilan, serta menciptakan berbagai inovasi di bidang kreatif dan digital.
Peresmian MCH Nusantara ditandai dengan penabuhan gendang oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Digital Kota Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, Rama Krisna Prasetya, Ketua Dekranasda Kota Makassar Melinda Aksa, Sekda Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda, serta Koordinator MCH Muhammad Sabeq.
Baca Juga :
Dalam sambutannya, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi mengungkapkan kebanggaannya atas hadirnya ruang kreatif kedua yang dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya generasi muda Makassar.
“Pada malam hari ini saya begitu gembira karena apa yang lama kita nantikan dan kita cita-citakan akhirnya bisa terwujud. Ini adalah Creative Hub kedua yang dihadirkan Pemerintah Kota Makassar,” ujar Appi.
Menurutnya, pembangunan MCH merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur pendukung bagi perkembangan kreativitas, digitalisasi, budaya, dan ekonomi kreatif di Kota Makassar.
Appi mengatakan, keberadaan MCH pertama di kawasan Losari telah memberikan dampak positif dengan menghadirkan berbagai kegiatan lokal, nasional, hingga internasional. Ruang tersebut juga menjadi tempat bertemunya berbagai komunitas, pelaku usaha, pencari kerja, hingga penyedia lapangan kerja.
“Di MCH ini kita mempertemukan para pencari kerja dan pemberi kerja, konsumen dan produsen. Ini menjadi tempat belajar, bertumbuh, serta meningkatkan kemampuan anak-anak muda kita,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan MCH Losari menjadi bukti bahwa ruang kreatif bagi anak muda memang dibutuhkan. Program tersebut yang sebelumnya sempat mendapat berbagai tanggapan, kini berkembang menjadi salah satu ruang pembelajaran dan pengembangan kapasitas generasi muda.
“Dulu sempat ada pandangan negatif, tetapi kami buktikan bahwa tempat ini digunakan anak-anak muda untuk upskilling dan upgrading kemampuan mereka. Bahkan menjadi tujuan belajar bagi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Appi menegaskan bahwa pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator dalam pengelolaan MCH. Menurutnya, ruang kreatif tersebut harus berkembang melalui kreativitas dan ide anak muda tanpa terlalu banyak campur tangan birokrasi.
“Pemerintah hanya menjadi fasilitator. Jangan membawa alur birokrasi ke dalam Creative Hub ini. Biarkan anak-anak muda yang mengurus dan mengembangkan sesuai dengan kebutuhan mereka,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh perangkat daerah di lingkup Pemkot Makassar untuk memanfaatkan fasilitas MCH Nusantara sebagai ruang kegiatan, kolaborasi, dan pengembangan program yang melibatkan masyarakat.
Munafri menargetkan, Pemerintah Kota Makassar dapat menghadirkan tiga Makassar Creative Hub di tahun 2026. Ia berharap keberadaan MCH mampu menjadi penggerak lahirnya lebih banyak kegiatan positif serta memperkuat posisi Makassar sebagai kota kreatif dan inovatif.
“Kita berharap tahun ini akan ada tiga Creative Hub di Kota Makassar. Ke depan, pengelolaannya semakin matang dan mampu melahirkan lebih banyak event serta inovasi anak muda Makassar,” pungkasnya.


Komentar