Logo Lintasterkini

Ekonom Sebut Penerbitan Panda Bonds Perluas Diversifikasi Pembiayaan Indonesia, Tingkatkan Ketangguhan Ekonomi

Muh Syukri
Muh Syukri

Selasa, 28 Juli 2026 11:16

Foto dokumentasi ini menunjukkan seorang wanita sedang memotret pemandangan pusat kota Jakarta. (Xinhua)
Foto dokumentasi ini menunjukkan seorang wanita sedang memotret pemandangan pusat kota Jakarta. (Xinhua)

JAKARTA – Penerbitan Panda Bonds senilai 7 miliar yuan (1 yuan = Rp2.660) oleh Indonesia baru-baru ini dapat memperluas diversifikasi sumber pembiayaan pemerintah, baik dari sisi pasar maupun sisi investor. Demikian dikatakan Irman Faiz, selaku lead economist Bank Danamon Indonesia, kepada Xinhua pada Senin (27/7).

Pemerintah Republik Indonesia (RI) berhasil meraup pembiayaan baru senilai 7 miliar yuan atau sekitar 1,033 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp18.019) dari penerbitan perdana surat utang negara berdenominasi Yuan, Panda Bonds, pada 23 Juli lalu. Hal ini kembali membuktikan daya tarik yang kuat dari pasar keuangan China terhadap pembiayaan internasional, ungkap pernyataan di akun media sosial Bank of China sebagai lead underwriter dan lead bookrunner.

Menurut Irman, penerbitan Panda Bonds merupakan langkah yang strategis karena meningkatkan tingkat keberagaman sumber pembiayaan Indonesia, mengingat volatilitas luar negeri, akses ke pasar obligasi domestik China dinilai memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola kebutuhan pembiayaan.

Foto yang diabadikan pada 30 April 2026 ini menunjukkan seorang pelanggan sedang membayar dengan Alipay di sebuah toko di Jakarta. (Xinhua)

“Dari sisi kerja sama, Panda Bonds memperdalam integrasi pasar keuangan Indonesia dan China dengan memperluas basis investor, meningkatkan akses ke likuiditas renminbi, serta mendukung penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral,” ujar Irman.

Irman menambahkan keberhasilan penerbitan perdana ini dapat menjadi modal awal bagi Indonesia untuk membangun kehadiran di pasar obligasi China Daratan. Namun, dia menyarankan agar frekuensi penerbitan obligasi valas pemerintah tetap didasarkan pada kebutuhan pembiayaan dan efisiensi biaya, bukan semata-mata karena tingginya permintaan investor.

Panda Bonds yang diterbitkan pada pekan lalu terdiri atas dua tenor, yakni tenor tiga tahun dengan nominal penerbitan 5,6 miliar yuan China, dan tenor lima tahun sebesar 1,4 miliar yuan China. Kedua obligasi itu dirilis dengan kupon masing-masing 1,9 persen untuk tenor tiga tahun, dan 2,19 persen untuk tenor lima tahun. Panda Bonds yang diterbitkan dalam transaksi ini juga telah memperoleh peringkat AAA (Stable) dari China Lianhe Credit Rating Co., Ltd.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan RI menyebut penerbitan Panda Bonds perdana ini mendapat sambutan positif dari investor domestik China, tercermin dari rasio jumlah penawaran yang masuk terhadap penyerapan, atau rasio bid-to-cover, sebesar 2,4 kali dan nilai tertinggi orderbook yang mencapai sekitar 17 miliar yuan. (*Xinhua/lintasterkini)

 Komentar

 Terbaru

Hukum & Kriminal28 Juli 2026 16:47
Residivis Pencurian Tabung Gas Elpiji 3 Kg di Jeneponto Dibekuk Tim Resmob Pegasus, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu
JENEPONTO – Tim Resmob Pegasus Satreskrim Polres Jeneponto berhasil mengungkap kasus pencurian tabung gas elpiji 3 kilogram dengan menangkap seorang...
Nasional28 Juli 2026 16:40
Milad MUI yang ke 51, Jusuf Kalla : MUI Harus Tetap Menjadi Lembaga Pemberi Nasihat dan Fatwa, Bukan Ormas
JAKARTA — Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla menegaskan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus tetap mempertahankan perannya seb...
Politik28 Juli 2026 11:34
Andi Muzakkir Aqil Resmi Jadi Plt Ketua Demokrat Makassar, Dinilai Bawa Sinyal Regenerasi Politik
MAKASSAR — Andi Muzakkir Aqil resmi menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar. Penunjukan ...
News28 Juli 2026 11:27
Makassar Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos, Appi Minta Warga Dukung Pendataan
MAKASSAR — Kota Makassar menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) program digitalisasi bantuan sosial (bansos) nasional. Wali Kota Maka...