MAKASSAR — Kota Makassar menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) program digitalisasi bantuan sosial (bansos) nasional. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta seluruh masyarakat ikut mendukung proses pendataan agar bantuan pemerintah semakin tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan Munafri saat memimpin Rapat Koordinasi Pemantapan Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (27/7/2026).
Munafri mengatakan, digitalisasi bansos merupakan langkah penting untuk memperkuat akurasi data penerima bantuan, meningkatkan transparansi, serta memastikan program perlindungan sosial diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Baca Juga :
Ia mengajak warga Makassar untuk menerima petugas atau agen pendata yang turun ke lapangan serta memberikan informasi secara benar dan jujur.
“Mari ki mendukung dan menyukseskan program digitalisasi bansos ini dengan menerima petugas atau agen dan menjawab pertanyaan dengan benar dan jujur. Kerahasiaan data masyarakat akan tetap terjaga,” ujar Munafri.
Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Sosial, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Ini bukan hanya tugas Dinas Sosial. Semua perangkat daerah harus bergerak dan mengambil peran agar pelaksanaan piloting ini berjalan optimal,” tegasnya.
Politisi Golkar itu menilai, data yang akurat menjadi fondasi utama dalam membangun sistem bantuan sosial yang efektif. Dengan data yang terintegrasi dan diperbarui, pemerintah dapat menyusun kebijakan serta memberikan intervensi yang lebih tepat bagi masyarakat.
Munafri juga meminta Dinas Sosial segera memperkuat koordinasi dengan seluruh kepala perangkat daerah, camat, dan lurah untuk membagi peran dalam proses pendataan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat agar warga memahami tujuan program dan tidak khawatir saat didatangi petugas pendata.
“Kita ingin masyarakat memahami bahwa proses ini bertujuan memperbaiki data agar bantuan sosial ke depan semakin tepat sasaran,” katanya.
Kota Makassar menjadi salah satu dari 43 daerah di Indonesia yang ditunjuk sebagai lokasi piloting digitalisasi bansos. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih akurat, transparan, dan efektif.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kota Makassar Aria Purnabhawa mengatakan, saat ini pelaksanaan program memasuki tahap pembentukan ribuan agen pendamping yang akan membantu proses pendataan warga.
“Agar seluruh warga, khususnya sekitar 436 ribu lebih kartu keluarga, dapat terdata mulai dari desil 1 sampai 10,” jelasnya. (*)


Komentar