SUBANG — Penemuan jenazah Hengky Rumba (66), warga asal Toraja dalam kondisi mengenaskan di sebuah kebun di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengundang duka sekaligus keprihatinan luas. Dugaan kuat adanya tindak pembunuhan membuat perhatian publik tertuju pada penanganan aparat penegak hukum, sekaligus menanti kejelasan atas peristiwa yang merenggut nyawa korban tersebut.
Di tengah suasana duka itu, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (Purn) Drs Frederik Kalalembang, menunjukkan respons cepat. Pada Minggu (4/1/2026), Frederik menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga korban sekaligus memastikan bahwa proses penegakan hukum berjalan secara serius, profesional, dan transparan.
Frederik Kalalembang langsung bergerak begitu menerima informasi awal terkait kasus tersebut. Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral, ia segera menghubungi Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun, guna memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, mengingat kuatnya indikasi tindak pidana pembunuhan terhadap korban.
Baca Juga :
- Keluarga Korban Apresiasi Kepedulian Frederik Kalalembang, Harap Polisi Ungkap Tuntas Kasus Pembunuhan Hengky Rumba
- Bos Warung di Makassar Diduga Perkosa Karyawati, Aksi Direkam Istri untuk Intimidasi
- Dugaan Tambang Ilegal PT Vale di Mahalona Bahodopi Disorot, Anggota Komisi III DPR RI Frederik Kalalembang Tegaskan Tak Ada Toleransi Pelanggaran Hukum
“Atas nama pribadi dan sebagai wakil rakyat, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Ini peristiwa yang sangat memprihatinkan dan menyisakan luka, khususnya bagi keluarga besar Toraja,” ujar Frederik dalam keterangannya.
Menurut Frederik, penanganan perkara semacam ini harus dilakukan secara cermat dan komprehensif. Aparat kepolisian, kata dia, perlu melakukan identifikasi menyeluruh, mengumpulkan seluruh keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian, menelusuri pergerakan korban sebelum peristiwa terjadi, serta mendalami seluruh informasi pendukung, termasuk rekaman CCTV dan keberadaan barang milik korban. Langkah tersebut dinilai penting agar rangkaian peristiwa dapat terungkap secara utuh dan objektif.

Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kebun nangka Kampung Munjul, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, lokasi penemuan jasad pria lanjut usia yang diduga menjadi korban pembunuhan
Meski demikian, Frederik mengimbau keluarga korban dan masyarakat luas untuk tetap tenang serta tidak terjebak pada spekulasi. Ia menegaskan kepercayaannya kepada kepolisian untuk menangani kasus ini secara profesional. “Mari kita beri ruang kepada aparat kepolisian Khususnya kepada Polres Subang untuk bekerja. Saya percaya Polres Subang akan menangani perkara ini dengan sungguh-sungguh, cermat, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Frederik Kalalembang juga menyatakan akan terus memantau perkembangan penanganan kasus tersebut. Ia berharap pelaku segera terungkap dan diproses sesuai ketentuan hukum, demi memberikan keadilan bagi korban sekaligus menjaga rasa aman dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Subang AKP Bagus Panuntun menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta melakukan serangkaian penyelidikan lanjutan. Autopsi terhadap jenazah korban telah dilakukan dan sementara ditemukan adanya unsur kekerasan, meski motif pasti masih dalam pengembangan.
Korban Bekerja di Jakarta
Korban Hengky Rumba (66), diketahui sebagai warga Toraja yang bekerja sebagai konsultan dan berdomisili di Jakarta. Berdasarkan keterangan kerabat korban, David Allorerung yang dihubungi Minggu sore, korban selama ini tinggal dan beraktivitas di Jakarta. “Beliau kerja sebagai konsultan di salah satu perusahaan di Jakarta. Kami belum tahu kenapa beliau ada di Subang. Kita tunggu perkembangan penyelidikan dari Polisi,” ujarnya.
Informasi sementara yang dihimpun, rekaman CCTV di sekitar lokasi menunjukkan korban sempat melintas seorang diri menggunakan sepeda motor sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di area kebun. Sepeda motor dan ponsel korban diketahui raib.
Jenazah korban ditemukan pada Sabtu (3/1/2026) siang di kebun nangka Kampung Munjul, Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy. Kondisi korban saat ditemukan tergolong mengenaskan, dengan sejumlah luka akibat senjata tajam di bagian leher dan wajah. Polisi masih menyelidiki kemungkinan korban dibunuh di lokasi penemuan atau jasadnya dibuang di kawasan tersebut. (*)


Komentar