Logo Lintasterkini

Anggota Komisi III DPR RI Frederik Kalalembang Respon Cepat Kasus Pembunuhan Warga Toraja di Subang, Minta Masyarakat Tetap Tenang

Muh Syukri
Muh Syukri

Minggu, 04 Januari 2026 18:52

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat Irjen Pol (Purn) Drs Frederik Kalalembang (tengah) saat menandatangani RUU KUHAP bersama anggota lainnya di ruang rapat Komisi III DPR RI
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat Irjen Pol (Purn) Drs Frederik Kalalembang (tengah) saat menandatangani RUU KUHAP bersama anggota lainnya di ruang rapat Komisi III DPR RI

SUBANG — Penemuan jenazah Hengky Rumba (66), warga asal Toraja dalam kondisi mengenaskan di sebuah kebun di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengundang duka sekaligus keprihatinan luas. Dugaan kuat adanya tindak pembunuhan membuat perhatian publik tertuju pada penanganan aparat penegak hukum, sekaligus menanti kejelasan atas peristiwa yang merenggut nyawa korban tersebut.

Di tengah suasana duka itu, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Irjen Pol (Purn) Drs Frederik Kalalembang, menunjukkan respons cepat. Pada Minggu (4/1/2026), Frederik menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga korban sekaligus memastikan bahwa proses penegakan hukum berjalan secara serius, profesional, dan transparan.

Frederik Kalalembang langsung bergerak begitu menerima informasi awal terkait kasus tersebut. Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral, ia segera menghubungi Kasat Reskrim Polres Subang, AKP Bagus Panuntun, guna memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, mengingat kuatnya indikasi tindak pidana pembunuhan terhadap korban.

“Atas nama pribadi dan sebagai wakil rakyat, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Ini peristiwa yang sangat memprihatinkan dan menyisakan luka, khususnya bagi keluarga besar Toraja,” ujar Frederik dalam keterangannya.

Menurut Frederik, penanganan perkara semacam ini harus dilakukan secara cermat dan komprehensif. Aparat kepolisian, kata dia, perlu melakukan identifikasi menyeluruh, mengumpulkan seluruh keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian, menelusuri pergerakan korban sebelum peristiwa terjadi, serta mendalami seluruh informasi pendukung, termasuk rekaman CCTV dan keberadaan barang milik korban. Langkah tersebut dinilai penting agar rangkaian peristiwa dapat terungkap secara utuh dan objektif.

Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kebun nangka Kampung Munjul, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, lokasi penemuan jasad pria lanjut usia yang diduga menjadi korban pembunuhan

Meski demikian, Frederik mengimbau keluarga korban dan masyarakat luas untuk tetap tenang serta tidak terjebak pada spekulasi. Ia menegaskan kepercayaannya kepada kepolisian untuk menangani kasus ini secara profesional. “Mari kita beri ruang kepada aparat kepolisian Khususnya kepada Polres Subang untuk bekerja. Saya percaya Polres Subang akan menangani perkara ini dengan sungguh-sungguh, cermat, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Frederik Kalalembang juga menyatakan akan terus memantau perkembangan penanganan kasus tersebut. Ia berharap pelaku segera terungkap dan diproses sesuai ketentuan hukum, demi memberikan keadilan bagi korban sekaligus menjaga rasa aman dan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Subang AKP Bagus Panuntun menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta melakukan serangkaian penyelidikan lanjutan. Autopsi terhadap jenazah korban telah dilakukan dan sementara ditemukan adanya unsur kekerasan, meski motif pasti masih dalam pengembangan.

Korban Bekerja di Jakarta

Korban Hengky Rumba (66), diketahui sebagai warga Toraja yang bekerja sebagai konsultan dan berdomisili di Jakarta. Berdasarkan keterangan kerabat korban, David Allorerung yang dihubungi Minggu sore, korban selama ini tinggal dan beraktivitas di Jakarta. “Beliau kerja sebagai konsultan di salah satu perusahaan di Jakarta. Kami belum tahu kenapa beliau ada di Subang. Kita tunggu perkembangan penyelidikan dari Polisi,” ujarnya.

Informasi sementara yang dihimpun, rekaman CCTV di sekitar lokasi menunjukkan korban sempat melintas seorang diri menggunakan sepeda motor sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di area kebun. Sepeda motor dan ponsel korban diketahui raib.

Jenazah korban ditemukan pada Sabtu (3/1/2026) siang di kebun nangka Kampung Munjul, Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy. Kondisi korban saat ditemukan tergolong mengenaskan, dengan sejumlah luka akibat senjata tajam di bagian leher dan wajah. Polisi masih menyelidiki kemungkinan korban dibunuh di lokasi penemuan atau jasadnya dibuang di kawasan tersebut. (*)

 Komentar

 Terbaru

Nasional05 Januari 2026 10:16
Mantan Kapolda Sulsel dan Eks Kapolrestabes Makassar, Rusdi Hartono Resmi Naik Pangkat Jadi Komjen Pol
JAKARTA — Karier Dr. Rusdi Hartono, M.Si terus menanjak. Perwira tinggi Polri yang dikenal pernah menjabat Kapolda di Sulawesi Selatan dan Kapolrest...
Nasional05 Januari 2026 09:50
Jusuf Kalla Lepas 72 Relawan Kemanusiaan PMI untuk Bencana Sumatera dan Aceh
JAKARTA — Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, melepas sebanyak 72 relawan kemanusiaan yang akan diberangkatkan untuk membantu pena...
Nasional05 Januari 2026 09:43
KUHP Baru Berlaku 2026: Sekolah hingga Panti Asuhan Jadi Lokasi Pidana Kerja Sosial, Efektif atau Sekadar Solusi Tambal Sulam?
JAKARTA — Pemerintah bersiap menerapkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru mulai 2026. Salah satu kebijakan yang diklaim progresif adalah ...
News05 Januari 2026 08:59
BPBD Kota Selamatkan 13 Warga Makassar Terjebak di Air Terjun Saat Wisata Alam
MAKASSAR –Hujan deras yang mengguyur kawasan hulu Sungai Jeneberang berubah menjadi ancaman dalam hitungan menit. Air bah datang tiba-tiba, memutus ...